Warga Kecamatan Taliwang Gerah, KTC Dijadikan Arena Trek-Trekan Pembalap Liar Anak SMP-SMA

Taliwang – Kawasan Kemutar Telu Center (KTC) yang seharusnya menjadi ruang publik olahraga dan rekreasi bagi warga Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, justru berubah menjadi arena balap liar setiap sore hingga malam hari. Aksi trek-trekan (ngebut) yang dilakukan anak-anak usia SMP dan SMA ini menuai keluhan keras dari masyarakat.

Supianto, salah seorang warga yang sering berolahraga di KTC, menyatakan bahwa aktivitas tersebut sangat mengganggu dan berbahaya.

“Setiap sore banyak anak-anak SMP dan SMA trek-trekan di area KTC. Kami terganggu, bayangkan saat jogging sore hari tiba-tiba dikejar atau dibalili oleh anak-anak dengan kecepatan lumayan tinggi,” ujar Supianto dengan nada kesal. Kamis, (30/4)

Menurutnya, aksi ngebut ini berlangsung hampir setiap hari mulai sore hingga malam hari. Suara knalpot yang meraung-raung dan kecepatan tinggi di area publik yang ramai membuat warga merasa tidak nyaman dan khawatir terjadi kecelakaan.

“KTC ini area publik. Kami minta Satpol PP dan Satlantas menindak tegas pembalap liar tersebut. Apabila perlu, orang tuanya dipanggil,” tegas Supianto.

Ia juga menyoroti peran orang tua dalam mengawasi anak-anaknya. “Saran kami kepada orang tua, sebaiknya anak-anak jangan diberi izin menggunakan kendaraan roda dua sebelum memiliki SIM. Ini sangat bahaya,” katanya.

Supianto mengingatkan bahwa aksi balap liar di KTC sudah berkali-kali menimbulkan korban. “Bukankah banyak anak-anak yang meninggal akibat ngebut di KTC?” imbuhnya.

Kawasan KTC Taliwang memang sering menjadi tempat berkumpul anak muda. Selain memiliki taman, sport center, dan fasilitas olahraga, lokasinya yang strategis di pusat kota membuatnya ramai dikunjungi. Namun, hal tersebut justru dimanfaatkan sebagian remaja untuk aksi balap liar.

Sebelumnya, Polres Sumbawa Barat pernah beberapa kali menggelar razia dan menertibkan balap liar di kawasan yang sama. Puluhan sepeda motor bahkan sempat diamankan dalam operasi serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

Warga berharap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumbawa Barat bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumbawa Barat dapat bertindak lebih tegas. Selain razia rutin, mereka juga meminta agar dilakukan pembinaan terhadap pelaku dan orang tua agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Satpol PP maupun Polres Sumbawa Barat terkait keluhan warga tersebut. Namun, masyarakat berharap pemerintah daerah segera merespons agar KTC kembali aman dan nyaman sebagai ruang publik bagi semua kalangan. Guf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *