BBM Naik, Pemkot Mataram Putar Arah Anggaran Sampah

Mataram — Lonjakan harga Dexlite memaksa Pemerintah Kota Mataram menata ulang strategi pembiayaan layanan kebersihan. Kenaikan signifikan bahan bakar non-subsidi itu kini menggerus daya tahan anggaran pengangkutan sampah yang semula diproyeksikan cukup hingga 10 bulan, namun kini hanya bertahan sekitar tiga bulan.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, menegaskan pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah cepat agar layanan pengangkutan sampah tidak terganggu. Salah satu opsi yang ditempuh adalah pergeseran anggaran antar organisasi perangkat daerah (OPD).

“Ini tentu berdampak besar. BBM yang sebelumnya kita hitung cukup untuk 10 bulan, sekarang hanya sekitar tiga bulan. Kita akan lihat kemungkinan pergeseran anggaran antar OPD, karena masih dalam satu kode rekening,” ujarnya. Rabu 22 April 2026

Kondisi ini semakin berat karena alokasi anggaran BBM untuk armada sampah tahun 2026 justru turun menjadi Rp8 miliar dari sebelumnya Rp12 miliar. Sementara itu, harga Dexlite melonjak tajam dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, atau naik Rp9.400.

Lonjakan tersebut berdampak langsung pada operasional armada dump truck milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH), yang selama ini bergantung pada Dexlite sebagai bahan bakar utama.

Selain pergeseran anggaran, Pemkot Mataram juga mempertimbangkan penggunaan solar subsidi yang harganya jauh lebih rendah, yakni sekitar Rp6.800 per liter. Namun, opsi ini belum bisa dipastikan karena harus melalui koordinasi dan persetujuan pemerintah pusat.

“Kalau memungkinkan menggunakan solar subsidi tentu akan sangat membantu. Tapi itu perlu arahan dari pusat, apakah diperbolehkan atau tidak,” Ujar Alwan.Nov

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *